London — Arsenal memastikan mimpi besar mereka menjadi kenyataan. The Gunners berhasil menundukkan Atletico Madrid 1-0 di Emirates Stadium dalam laga semifinal leg kedua Liga Champions, Selasa malam waktu setempat (5 Mei 2026). Gol tunggal Bukayo Saka di menit 44 cukup membawa skuad Mikel Arteta melangkah ke final pertama mereka dalam kompetisi prestisius ini.

Menit-menit awal pertandingan menunjukkan Arsenal yang langsung mengambil inisiatif. Dengan penguasaan bola 60 persen pada babak pertama, The Gunners menciptakan tekanan konsisten ke lini pertahanan Atletico yang terkenal solid. Namun, Diego Simeone dan anak asuhnya telah merancang strategi pertahanan yang kokoh, membuat kesempatan menjadi barang langka di area penalti.

UEFA Champions League: Arsenal vs Atlético Madrid
UEFA Champions League: Arsenal vs Atlético Madrid

Terobosan datang menjelang akhir babak pertama. Leandro Trossard berhasil melewatkan bola ke sayap kanan di menit 44, dan Saka dengan reaktif menyambut umpan tersebut sebelum menyelesaikan dengan sempurna melampaui Kepa Arrizabalaga. Gol itu memberi Arsenal keunggulan minimal namun sangat berharga menjelang istirahat.

Memasuki babak kedua, Atletico langsung menggerakkan strategi serangan mereka. Simeone melakukan tiga perubahan sekaligus pada menit 57, menurunkan Johnny Cardoso, Nahuel Molina, dan Alexander Sørloth untuk menambah daya serang. Respons Arsenal tidak kalah cepat, dengan Mikel Arteta juga melakukan substitusi di menit 58-59 untuk menjaga stabilitas pertahanan.

Pertandingan berubah menjadi semakin ketat seiring berjalannya waktu. Arsenal, meski mendominasi penguasaan bola hingga 60 persen secara keseluruhan, kesulitan menciptakan peluang lanjutan untuk mengamankan kemenangan. Di sisi lain, Atletico terus mencari celah untuk menyamakan kedudukan, dengan 9 kali menembak meski hanya 2 yang tepat sasaran. Pertahanan The Gunners, dipimpin Declan Rice yang gemilang, berhasil menghadang setiap ancaman dengan solid.

Foto: nytimes.com
Foto: nytimes.com

Fase penutup pertandingan justru diwarnai ketegangan. Di menit 81, Marc Pubill mendapat kartu kuning karena keras dalam takling. Suasana semakin memanas menjelang peluit akhir, ketika di ujung pertandingan (menit 90+2 hingga 90+5) terjadi duel mulut dengan kartu kuning diberikan kepada pemain kedua belah pihak, termasuk Koke dari Atletico dan Kepa dari Arsenal akibat time wasting.

Declan Rice menjadi pemain terbaik di laga ini dengan rating 7.9, menampilkan penampilan kelas dunia di garis tengah dengan kontrol permainan dan positioning defensif yang sempurna. Saka, pencetak gol, meraih rating 7.3, sementara David Raya di garis kiper Arsenal turut berkontribusi dengan rating setara 7.3.

Kekalahan Atletico memicu kontroversi di Spanyol. Walikota Madrid, Jose Luis Martinez-Almeida, menuduh UEFA membantu Arsenal, menurut laporan Goal.com. Sementara itu, pelatih Simeone diketahui juga memberikan komentar menyorot sejumlah keputusan wasit yang dinilai kurang adil dalam pertandingan tersebut.

Arsenal kini siap berjumpa Paris Saint-Germain di grand final Liga Champions setelah Les Parisiens mengalahkan Bayern Munich (6-5 agregat) dalam semifinal satunya. Tim asuhan Arteta, yang juga bersaing ketat di kompetisi liga domestik, memiliki kesempatan emas merebut trofi Champions League pertama dalam sejarah klub. Persiapan intensif menjelang laga puncak sudah dimulai, dengan Arteta berencana melakukan rotasi selektif untuk menjaga kesegaran skuad menjelang musim depan.