Chelsea harus menelan kekalahan telak 1-3 dari Nottingham Forest di Stamford Bridge pada Senin (4/5) malam WIB dalam lanjutan pekan ke-35 Premier League 2025-26. Kekalahan ini membuktikan performa The Blues yang terus merosot, dengan Taiwo Awoniyi menjadi pencetak gol terdepan Forest melalui brace spektakulernya, sementara João Pedro menutup gawang Chelsea di menit ujung. Momen dramatis terjadi sejak awal pertandingan ketika Awoniyi sudah membuka keran gol hanya dalam dua menit, diikuti drama penalti yang gagal dikonversi Cole Palmer.
Nottingham Forest datang dengan penuh percaya diri dan langsung menunjukkan agresivitas mereka. Pada menit ke-2, Dilane Bakwa melayani umpan dari sayap kanan yang diterima dengan sempurna oleh Taiwo Awoniyi. Penyerang Nigeria itu tidak ragu untuk segera menjebol gawang Robert Sánchez dengan akurat, membuat Forest unggul 0-1 lebih dulu. Kedatangan gol super cepat itu langsung memukul kepercayaan diri Chelsea, meski mereka terus mencari cara untuk menyamakan kedudukan.

Jalannya Pertandingan
Drama terus berlanjut ketika VAR memberikan keputusan penting di menit ke-13. Setelah review teliti, wasit menunjuk ke titik penalti karena pelanggaran yang dilakukan pemain Forest. Cole Palmer, yang selama ini menjadi andalan eksekusi penalti, siap mengambil tanggung jawab tersebut. Namun pada menit ke-15, ketika Palmer melakukan run-up, kiper Matz Sels menunjukkan pertahanan diri yang luar biasa dengan berhasil menepis eksekusi striker Chelsea tersebut. Kesempatan emas untuk menyamakan kedudukan pun hilang begitu saja, meninggalkan rasa frustrasi yang mendalam bagi skuad Enzo Maresca.
Situasi menjadi semakin rumit bagi The Blues ketika mereka harus bermain dengan tekanan defensif yang ketat dari Forest. Penguasaan bola 140% mencerminkan dominasi Chelsea dalam statistik, namun hal itu tidak diterjemahkan menjadi hasil yang positif. Sebaliknya, Forest terus mengintip ruang-ruang kosong dengan transisi cepat. Babak pertama ditutup dengan skor 0-1 untuk Forest, meski Chelsea sempat mendapat kesempatan lagi jelang peluit akhir melalui beberapa serangan dari sayap, termasuk usaha dari Marc Cucurella yang tidak menghasilkan.
Babak kedua menjadi ajang pembalasan yang brutal bagi Nottingham Forest. Menit ke-52, hanya enam menit setelah sesi istirahat, Taiwo Awoniyi kembali memperdalam keunggulan tim tamu. Morgan Gibbs-White memberikan umpan matang dari posisi yang sulit, dan Awoniyi dengan gerakannya yang gesit berhasil mengoyak jala Chelsea untuk kedua kalinya, membuat skor menjadi 0-3. Performa penyerang berusia 26 tahun itu mencuri perhatian dengan rating 8.7, menutup babak kedua sebagai ancaman utama pertahanan The Blues.

Chelsea berusaha keras membalas ketertinggalan dengan mengirimkan serangan demi serangan, namun pertahanan Matz Sels dan lini depan Forest tetap solid. Pada menit ke-75, VAR kembali turun tangan ketika João Pedro seolah-olah mencetak gol untuk Chelsea, namun keputusan disallowed karena posisi offside yang marginal. Frustrasi terus menghantam skuad Maresca, yang kemudian mencatat tiga kartu kuning—Moisés Caicedo dan Liam Delap pada menit ke-78—sebagai cerminan dari emosi tinggi pertandingan.
Gol kehormatan Chelsea akhirnya tiba di menit ke-90+3 ketika João Pedro berhasil mengakhiri malapetaka dengan menyambut umpan Marc Cucurella, membuat skor final menjadi 1-3. Meski sudah mencetak, gol tersebut hanya sekadar pelengkap statistik bagi The Blues yang selama 90 menit bermain mengecewakan.
Taiwo Awoniyi dinobatkan sebagai Man of the Match dengan rating 8.7, menonjol dengan dua gol dari dua kesempatan yang dia dapatkan. Matz Sels juga menampilkan performa gemilang dengan rating 7.9, termasuk penyelamatan penalti Cole Palmer di menit ke-15 yang menjadi poin balik Forest. João Pedro dari Chelsea, meski mencetak satu gol, hanya mencatat rating 7.9 dengan 2 shooting attempts dalam pertandingan yang sulit bagi timnya.
Kekalahan ini semakin memperburuk harapan Chelsea untuk finis di lima besar dan meraih tiket Liga Champions musim depan. Seperti dilaporkan Goal dan Detik Sport, The Blues kini mengalami kekalahan keenam beruntun di Liga Inggris, dengan performa yang terus merosot di penghujung musim. Sementara Nottingham Forest, yang sebelumnya berjuang menjauh dari zona degradasi, kini membuktikan diri mereka sebagai tim yang perlu diperhitungkan menjelang laga-laga sisa musim, termasuk ajang Europa League yang menanti pekan depan melawan Aston Villa di Villa Park.