Chicago, 9 Mei 2026 – Duel panas akan tersaji di Soldier Field ketika Chicago Fire menjamu New York Red Bulls dalam lanjutan Regular Season ke-13 MLS 2026. Meski kedudukan klasemen memihak tuan rumah yang duduk di posisi keempat dengan keunggulan delapan poin, performa kandang yang goyah membuat pertandingan ini jauh lebih membuka peluang bagi tamu.

Pelatih Gregg Berhalter akan menghadapi momen istimewa bermain melawan mantan pemainnya, Michael Bradley, yang kini menjadi bagian dari lini tengah New York Red Bulls. Momentum tersebut menjadi daya tarik tambahan dalam narasi pertemuan kali ini, sebagaimana dilaporkan oleh beberapa media regional.

Foto: www.chicagofirefc.com
Foto: www.chicagofirefc.com

Fire datang dengan catatan performa yang inkonsisten di kandang mereka. Dalam lima laga terakhir, mereka hanya meraih satu kemenangan meski pernah tampil gemilang menggilas Sporting Kansas City dengan skor 5-0 minggu lalu. Sebelumnya, mereka tumbang 2-3 dari FC Cincinnati pada 3 Mei, yang membuat kepercayaan diri agak tergoyah menjelang hadapan dengan Red Bulls. Hugo Cuypers, striker berbakat asal Denmark, tetap menjadi tulang punggung lini depan dengan 7 gol dalam rentang waktu terakhir dan sudah mencetak lima gol dalam dua laga berturut-turut. Philip Zinckernagel, yang ikut turut serta dalam pesta gol melawan Sporting dengan dua gol, juga siap memberikan kontribusi signifikan.

Sebaliknya, New York Red Bulls hadir dengan beban berat setelah meraih dua kekalahan beruntun tanpa mencetak satupun gol. Kekalahan 0-2 dari FC Dallas pada 2 Mei dan 0-2 dari FC Cincinnati empat hari sebelumnya memperlihatkan krisis performa ofensif yang serius. Pada pertandingan sebelumnya melawan DC United, mereka berhasil menghasilkan pertandingan spektakuler dengan skor 4-4 di mana Jorge Ruvalcaba mencetak dua gol, namun pertandingan itu juga mengungkapkan fragilitasnya dalam pertahanan. Ruvalcaba dan Julian Hall masing-masing memiliki dua gol di seri terakhir, meski momentum offensif tim jauh lebih rendah dibanding lawan.

Posisi New York di peringkat 11 dengan selisih gol minus delapan dibandingkan Fire menunjukkan kesenjangan kualitas yang signifikan. Namun, statistik pertahanan kedua tim sama-sama mengkhawatirkan, yang berarti kedua belah pihak memiliki peluang untuk mencetak gol dalam pertandingan ini. Probabilitas kedua tim mencetak gol mencapai 60 persen, sesuai dengan tren pertahanan yang lemah dari kedua skuad.

Foto: khelnow.com
Foto: khelnow.com

Model prediksi memberikan keunggulan kepada Chicago Fire dengan peluang kemenangan sebesar 58 persen, sementara Red Bulls berdiri di 18 persen dan hasil imbang 24 persen. Prediksi skor cenderung 2-1 untuk tuan rumah, yang mengakomodasi kekuatan ofensif Chicago dengan kebolehan Red Bulls untuk membuka peluang. Pertandingan juga diperkirakan akan menghasilkan lebih dari 2,5 gol dengan probabilitas 62 persen.

Pertandingan akan dimulai pukul 18.30 waktu setempat (23.30 UTC) dan dapat diakses melalui berbagai platform streaming resmi MLS. Kehadiran Hugo Cuypers dalam kondisi prima, ditambah keunggulan papan peringkat, menjadikan Chicago Fire sebagai favorit untuk mengamankan tiga poin di kandang mereka sendiri meskipun performa rumah mereka belum konsisten.