Lazio menutup laga Serie A pekan 35 dengan kemenangan dramatis 2-1 dari Cremonese di Stadio Giovanni Zini, Cremona. Gol penentu datang dari Tijjani Noslin di menit 90+2, memecahkan ketahanan pertahanan Audero dan I Grigiorossi dalam sesi injury time. Hasil ini membuat harapan Cremonese untuk menjauh dari jeratan zona degradasi semakin tipis, sementara tamu terus mengamankan posisi mereka di klasemen Serie A.
Cremonese memulai pertandingan dengan penuh semangat dan berhasil unggul lebih dulu. Menit ke-29, Federico Bonazzoli menerima umpan terobosan dari Romano Floriani Mussolini di sayap dan dengan percaya diri menjebol gawang Lazio untuk membuat skor 1-0. Pemain berusia 28 tahun itu menonjol di babak pertama dengan tiga percobaan menembak, semua mengarah ke target, dan pamornya membuat pertahanan Lazio harus waspada.

Namun dominasi mental Cremonese tidak bertahan lama memasuki babak kedua. Lazio keluar dengan intensitas berbeda setelah jeda istirahat, dengan pelatih Maurizio Sarri melakukan perubahan substansial di lini depan. Menit ke-53, Gustav Isaksen menyamakan kedudukan 1-1 setelah menerima umpan matang dari Noslin. Isaksen yang baru dimainkan setelah pergantian di awal babak kedua langsung membuat dampak dengan gerakan cepat yang membuka celah pertahanan tuan rumah.
Jalannya Pertandingan
Lazio terus menekan dengan penguasaan bola 71 persen, menciptakan peluang demi peluang di pertengahan babak kedua. Pertahanan Cremonese, yang berkompetisi dengan intesitas tinggi (13 kali pelanggaran), mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan seiring waktu. Pada menit ke-76, Tommaso Barbieri mendapat kartu kuning setelah tackle kasar, menandai moment tegang bagi tuan rumah yang sudah bermain dengan jumlah pemain penuh setelah substitusi masif di kedua pihak.
Pertandingan memasuki fase kritis di menit-menit terakhir dengan kedudukan seimbang 1-1. Cremonese berusaha mempertahankan hasil dan mencari peluang counter, sementara Lazio terus membawa pergerakan menyerang melalui sisi-sisi lapangan. Pada menit ke-88, Nuno Tavares dari Lazio mendapat kartu kuning karena ketidakdisiplinan, tetapi itu tidak menghentikan momentum tamu.

Dalam babak tambahan waktu, Lazio berhasil mendapatkan terobosan yang dinanti-nantikan. Menit ke-90+2, Boulaye Dia memberikan umpan lateral yang sempurna kepada Noslin di area penalti. Noslin, yang telah bermain signifikan sejak masuk di awal babak kedua, tidak sia-siakan kesempatan emas tersebut dan menyelesaikan dengan finishing yang akurat melewati Emil Audero untuk membuat skor akhir 2-1. Gol di saat yang sangat dramatis ini memecahkan ketahanan psikologis Cremonese yang sudah mengerahkan semua energi untuk bertahan.
Federico Bonazzoli tetap menjadi bintang terbaik malam itu dengan rating 8.5, mencetak satu gol dan menciptakan teror di pertahanan Lazio dengan gerakan-gerakan yang sulit diprediksi. Sementara dari sisi tamu, Noslin dengan rating 7.9 menunjukkan dampak maksimal dalam waktu terbatas, mencetak gol sekaligus memberikan satu assist, menjadi pemicu perubahan permainan Lazio di babak kedua. Isaksen (7.7) juga konsisten dengan kontribusi golnya yang menyamai kedudukan di menit ke-53.
Statistik pertandingan menunjukkan Lazio mendominasi dengan 13 tembakan dan 5 mengenai sasaran dibanding Cremonese yang hanya 8 tembakan dengan 3 on target. Penguasaan bola Lazio 71 persen membuktikan kontrol mereka atas jalannya pertandingan, meskipun pertahanan Cremonese berhasil bertahan hingga menit ke-53. Hasil ini menjadi pukulan berat bagi Cremonese yang kini semakin terancam degradasi menjelang pekan-pekan final Serie A, sementara Lazio terus mengamankan posisi mereka di tengah musim yang penuh kontroversi di bawah kepemimpinan Maurizio Sarri.