Washington — Chicago Fire menggebrak DC United dengan kemenangan meyakinkan 3-1 di markas tuan rumah, Audi Field, Rabu malam (13/5/2026). Meski bermain di kandang lawan, skuad tamu menampilkan performa dominan dengan penguasaan bola 60 persen dan menghasilkan delapan tembakan tepat sasaran dari 15 total percobaan.

Pertandingan ini berlangsung penuh drama. DC United sempat unggul duluan melalui gol Tai Baribo di menit 41, namun Fire dengan cepat membalikkan keadaan setelah jeda istirahat. Giliran Robin Lod menyamakan kedudukan di menit 62 dengan bantuan umpan matang Philip Zinckernagel, sebelum Hugo Cuypers menambah keunggulan tim tamu hanya beberapa detik kemudian di menit yang sama.

Foto: www.dcunited.com
Foto: www.dcunited.com

Jalannya Pertandingan

Babak pertama berjalan relatif ketat antara kedua belah pihak. DC United berhasil mengamankan kepemilikan bola yang lebih baik, namun Chicago Fire tetap mengancam dari belakang dengan berbagai serangan cepat. Menit ke-19, pertandingan mulai tegang ketika Dje Tah D'Avilla dari Fire menerima kartu kuning, menandakan nada main yang semakin agresif. Momentum berubah di ujung babak pertama ketika Tai Baribo berhasil memanfaatkan ruang di area penalti dan menyelesaikannya dengan presisi, membuat tuan rumah unggul 1-0 menjelang istirahat.

Babak kedua menjadi milik Chicago Fire sepenuhnya. Tanpa membuang waktu, Fire langsung menekan pertahanan DC United dengan intensitas tinggi. Di menit 48, Jonathan Bamba mendapat kartu kuning sebagai akibat dari agresi berlebih dalam mengejar bola. Momentum benar-benar berbelok pada menit 62 ketika Robin Lod memanfaatkan umpan horizontal Zinckernagel dari sisi sayap dan menjebol gawang DC United untuk menyamakan kedudukan 1-1. Namun kegembiraan tuan rumah tidak berlangsung lama. Hanya beberapa detik setelah itu, Hugo Cuypers melesakkan bola ke gawang untuk memberi Fire keunggulan 2-1.

Momen dramatis terjadi di menit 71 ketika Zinckernagel mendapat kesempatan dari titik putih, namun tendangan penaltinya melebar dari gawang. Ironisnya, beberapa saat kemudian Cuypers menjadi pencetak gol dan menegaskan kemenangan Fire menjadi 3-1. Kartu kuning terus berjatuhan — Jack Elliott di menit 75 dan Jonathan Dean di menit 89 menerima peringatan, sementara Andrew Gutman memperoleh kartu serupa di menit 90+8. DC United melakukan beberapa pergantian pemain, termasuk mengeluarkan Tai Baribo di menit 64 dan Jackson Hopkins di menit 88 untuk mencoba mengubah permainan, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Foto: www.youtube.com
Foto: www.youtube.com

Penyelesaian pertandingan didominasi oleh aktivitas pergantian. Fire melakukan empat pergantian beruntun pada akhir pertandingan untuk mengelola kelelahan pemain, dengan Robin Lod dan Hugo Cuypers diistirahatkan masing-masing di menit 62 dan 63, serta pergantian lanjutan di menit 90+4 dan 90+5. Pertandingan berakhir dengan skor 3-1 untuk Fire, menutup laga penuh aksi dengan statistik yang menunjukkan dominasi Fire dalam penguasaan bola, meski DC United berhasil menciptakan beberapa peluang berbahaya.

Hugo Cuypers menonjol sebagai pemain terbaik dengan rating 8,0 dan mencetak satu gol dari dua tembakan yang dia keluarkan. Dengan bermain penuh 93 menit, Cuypers berhasil mengubah momentum pertandingan setelah jeda istirahat. Tai Baribo, meski hanya bermain 64 menit sebelum disubstitusi, juga mencatat rating 7,9 dengan satu gol yang membantu DC United unggul di awal. Robin Lod melengkapi trio performa terbaik dengan rating 7,5 dan kontribusi gol penting di menit 62.

Statistik pertandingan menggambarkan dominasi Chicago Fire. Dari 13 tembakan total, Fire berhasil menempatkan enam di target, jauh lebih efisien dibanding DC United yang melepaskan 15 tembakan namun hanya delapan tepat sasaran. Penguasaan bola Fire mencapai 60 persen dengan corner kick delapan kali, sementara tuan rumah mendapat tujuh peluang sudut. Kartu kuning yang diterima DC United berjumlah empat, memperlihatkan intensitas permainan yang tinggi dan sejumlah keputusan displin yang ketat dari wasit.

Hasil ini merupakan pukulan signifikan bagi DC United dalam perjuangan mereka di regular season MLS musim 2026. Meskipun unggul lebih dulu, ketidakmampuan menutup pertandingan dan kesalahan pertahanan di babak kedua menjadi kunci kekalahan telak di kandang sendiri. Sementara itu, Chicago Fire menunjukkan karakter juara dengan comeback yang cepat dan finishing yang efisien, mengamankan tiga poin penting sekaligus membuktikan mereka tetap kuat meski bermain tandang di Audi Field.