Cornella — Espanyol menutup laga di RCDE Stadium dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Athletic Club dalam pertandingan La Liga pekan ke-36 musim 2025. Kedua gol untuk tim tuan rumah tercipta di babak kedua, dengan Pere Milla membuka keunggulan di menit 69 diikuti Kike García yang mengamankan tiga poin di menit 90+2. Hasil ini memberikan kepercayaan diri bagi Espanyol memasuki laga-laga terakhir musim ini.
Pertandingan dimulai dengan Athletic Club mencoba mengambil inisiatif sejak awal. Tim tamu menampilkan tekanan awal yang cukup agresif, sementara Espanyol bermain lebih sabar di tengah lapangan. Penguasaan bola cenderung merata di babak pertama, dengan kedua tim menciptakan beberapa peluang namun belum ada yang konkret. Athletic Club melakukan substitusi pertama di menit 46 dengan memasukkan Yeray Álvarez menggantikan Dani Vivian, mencoba menyegarkan pertahanan mereka.

Memasuki babak kedua, Espanyol mulai menunjukkan performa yang lebih progresif. Di menit 63, kedua tim melakukan pergantian pemain secara bersamaan. Pelatih Espanyol memasukkan Jofre Carreras dan Pere Milla untuk menggenjot serangan, sementara Athletic Club mengeluarkan tiga pemain sekaligus dengan memasukkan Gorka Guruzeta, Mikel Jauregizar, dan Andoni Gorosabel. Pergantian strategis ini mengubah dinamika pertandingan, terutama dalam hal kesegaran dan intensitas.
Terobosan datang di menit 69 ketika Pere Milla berhasil menjebol gawang Athletic Club. Penyerang Espanyol tersebut menerima umpan dari Carlos Romero dan tidak membuang kesempatan emas untuk membuka keunggulan 1-0. Gol pertama ini memberikan kepercayaan bagi Espanyol untuk terus menekan. Athletic Club berusaha merespons dengan memasukkan Nico Serrano di menit 78, namun tim tamu kesulitan menciptakan peluang nyata mengingat pertahanan Espanyol yang solid.
Pertahanan Espanyol, dipimpin oleh kiper Marko Dmitrović yang tampil luar biasa dengan rating 8.7, berhasil mempertahankan keberuntungan sepanjang pertandingan. Dmitrović hanya menghadapi lima tembakan tepat sasaran dari Athletic Club dan mampu menangani semuanya dengan sempurna. Di sisi serang, Espanyol terus mencari gol kedua untuk menutup pertandingan dengan hasil yang lebih nyaman. Substitusi terakhir Espanyol di menit 84 dan 90+1 menunjukkan upaya tim untuk mengelola pertandingan dan mencegah cedera.

Gol ketiga datang terlambat namun penting untuk kepastian kemenangan. Di menit 90+2, Kike García yang baru memasuki lapangan memanfaatkan umpan dari Ramón Terrats untuk menambah skor menjadi 2-0. Gol ini menjadi paku terakhir dalam kemenangan Espanyol dan menutup pertandingan dengan hasil yang meyakinkan. Athletic Club tidak mampu membalas sepanjang laga dengan hanya menghasilkan lima tembakan tepat sasaran.
Statistik pertandingan menunjukkan pertandingan yang seimbang dalam hal penguasaan bola, meskipun data mencatat anomali pada penguasaan Athletic Club yang tercatat 119 persen. Espanyol mencatat 11 tembakan dengan empat akurat, sementara Athletic Club menyentuh 12 tembakan dengan lima akurat. Namun, efisiensi di depan gawang menjadi perbedaan signifikan, dengan Espanyol berhasil merealisasikan dua dari peluang mereka.
Pere Milla, yang baru memasuki lapangan di menit 63, langsung membuat dampak dengan mencetak gol di menit 69. Pemain berusia muda ini menunjukkan finishing yang tajam dan timing yang tepat dalam memanfaatkan peluang emas. Urko González juga mencatat performa solid dengan rating 7.9 dalam pertahanan Espanyol. Di pihak Athletic Club, meskipun terus menekan, mereka tidak dapat menembus pertahanan rapat-rapat yang dibangun Espanyol.
Kemenangan ini mengangkat Espanyol lebih jauh dari zona bahaya degradasi, mengingat mereka bermain di pekan ke-36 musim regular. Hasil positif ini memberi momentum yang berharga untuk menghadapi dua pertandingan terakhir musim ini. Athletic Club, di sisi lain, harus introspeksi mengapa efisiensi finishing mereka kurang, meski kesempatan telah diciptakan. Mereka akan fokus untuk mengumpulkan poin dalam pertandingan-pertandingan yang tersisa musim ini untuk mengamankan posisi mereka di klasemen.