Liverpool — Manchester City hanya mampu membawa pulang satu poin usai bermain imbang 3-3 melawan Everton dalam laga sengit di Hill Dickinson Stadium, Selasa (5/5) dini hari waktu Indonesia. The Citizens unggul lebih dulu lewat gol Jérémy Doku di menit 43, namun Everton bangkit spektakuler di babak kedua melalui pengganda Thierno Barry dan Jake O'Brien, bahkan sempat memimpin 3-1 sebelum Erling Haaland dan Doku lagi mengabulkan mimpi tim tamu dengan penyamaan skor di injury time.

Hasil imbang ini memukul momentum The Citizens dalam mengejar Arsenal di puncak klasemen. Dengan laga sisa yang terbatas, setiap poin menjadi berharga bagi Pep Guardiola dan anak asuhnya. Sementara itu, Everton—meski tidak meraih kemenangan—berhasil menunjukkan gigi dan membuktikan bahwa mereka bukan lawan mudah, bahkan untuk juara bertahan.

HIGHLIGHTS! Everton 3-3 Man City | Doku rescues point in thriller at Everton | Premier League
HIGHLIGHTS! Everton 3-3 Man City | Doku rescues point in thriller at Everton | Premier League

Jalannya Pertandingan

Pertandingan dimulai dengan Manchester City langsung mengontrol tempo. Possession ball mereka mencapai 63 persen dan Tim Skyblue menciptakan peluang-peluang berbahaya sejak menit-menit awal. Namun Everton tidak hanya bertahan—mereka juga mencoba menekan dengan aggressive pressing di lini tengah. Beto, striker Everton, menjadi momok bagi lini belakang The Citizens dengan pergerakan yang intens dan tidak memberi ruang istirahat kepada defender Skyblue.

Gol pertama akhirnya tercipta di menit 43 ketika Jérémy Doku menerima umpan dari Rayan Cherki di sayap kiri dan tanpa ragu langsung menjebol gawang Everton. The Citizens unggul 1-0 menjelang istirahat. Namun, Everton masuk babak kedua dengan mental juara. Menit 68, Thierno Barry—yang baru masuk sebagai pengganti di menit 64—langsung memberikan dampak dengan menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol tanpa assist itu lahir dari momentum The Toffees yang terus menekan.

Momentum terus berpihak pada Everton. Hanya lima menit kemudian, menit 73, Jake O'Brien membobol gawang Gianluigi Donnarumma setelah menerima umpan terobosan dari James Garner. Skuad Everton kini memimpin 2-1 dan stadion Hill Dickinson bergoyang. The Citizens terlihat kebingungan dan bahkan Donnarumma menerima kartu kuning atas keberatan di menit 74, tanda frustasi mulai merayap ke dalam skuad tamu. Guardiola segera melakukan perubahan taktis dengan memasukkan Phil Foden dan Mateo Kovacic untuk menyegarkan penguasaan bola.

Foto: goal.com
Foto: goal.com

Drama terus berlanjut. Menit 81, Thierno Barry membobol kembali gawang City setelah menerima umpan dari Merlin Röhl, membuat Everton seolah-olah akan meraih kemenangan besar dengan skor 3-1. Namun The Citizens tidak menyerah. Hanya dua menit kemudian, Erling Haaland—yang sebelumnya tak begitu tersentuh dalam pertandingan—berhasil mengurangi ketertinggalan menjadi 3-2 setelah menerima assist dari Mateo Kovacic. Permainan kembali sengit dengan Everton berusaha mengamankan tiga poin sementara City terus menggebrak mencari penyama.

Di detik-detik akhir pertandingan, tepatnya menit 90+7, terjadi babat malam yang heroik. Jérémy Doku—yang telah mencetak satu gol sebelumnya—kembali menjaringkan bola setelah menerima umpan dari Marc Guéhi di situasi yang penuh chaos di kotak penalti Everton. Gol dramatis ini menyelamatkan Manchester City dari kekalahan dan memaksa pertandingan berakhir imbang 3-3. Penonton di Hill Dickinson dan di seluruh dunia masih tercengang dengan kesuksesan comeback The Citizens di fase akhir.

Performa cemerlang datang dari dua pemain yang tampil sangat menonjol. Thierno Barry, pemain Everton yang masuk dari bangku cadangan, mencuri perhatian dengan rating 8.9 dan dua gol dalam waktu singkat—32 menit. Jérémy Doku, winger Manchester City, juga bersinar dengan dua gol penting (rating 8.6) meski hanya tampil 96 menit penuh. Erling Haaland, meski mencetak satu gol, tidak memiliki dampak layaknya performa normalnya dengan rating 7.3, menunjukkan bahwa pertahanan Everton berhasil membatasi sang striker berbahaya.

Insiden rasial mewarnai pertandingan ini. Menurut laporan Goal, seorang pria ditangkap atas dugaan melontarkan slur rasial kepada Antoine Semenyo dan Marc Guéhi. Manchester City tegas mengecam tindakan tersebut, membuktikan bahwa lapangan sepak bola harus tetap menjadi tempat yang aman bagi semua pemain tanpa memandang warna kulit atau asal-usul.

Hasil imbang ini membuka peluang besar bagi Arsenal untuk terus mendekat atau bahkan memimpin klasemen, tergantung hasil laga The Gunners berikutnya. The Citizens, yang sebelumnya diunggulkan memenangkan pertandingan ini, kini harus terima fakta bahwa setiap laga di akhir musim adalah perang penuh ketidakpastian. Bagi Everton, hasil ini adalah moral booster sekaligus bukti bahwa mereka masih punya sisa tenaga untuk bersaing dengan tim-tim top. Laga berikutnya akan menentukan arah perjalanan kedua tim menjelang penutupan musim ini.