Mendoza – Gimnasia Mendoza merayakan kemenangan 2-1 atas Defensa y Justicia dalam laga Torneo Apertura pekan ke-9 Liga Profesional Argentina, Senin malam (4/5/2026) di Stadion Victor Legrotaglie. Meski terbelakang lebih dulu, skuad tuan rumah menunjukkan karakter tangguh dengan bangkit di babak kedua melalui gol-gol Ezequiel Muñoz dan Luciano Cingolani.

Defensa y Justicia menjadi pihak pertama yang mengoyak jala dalam laga ini. Menit ke-12, Ayrton Portillo menerima umpan ideal dari Juan Manuel Gutiérrez di kotak penalti dan tidak membuang kesempatan emas tersebut untuk membobol gawang Gimnasia. Dampak gol awal itu membuat tamu merasa percaya diri, meski sesaat sebelumnya David Martínez telah menerima kartu kuning di menit ke-9. Perjalanan babak pertama semakin panas ketika Esteban Fernández dari Gimnasia turut melihat kartu kuning di menit ke-34.

GIMNASIA (MZA.) 2 - 1 DEFENSA Y JUSTICIA | Resumen del partido | #TorneoMercadoLibre 2026 🏆
GIMNASIA (MZA.) 2 - 1 DEFENSA Y JUSTICIA | Resumen del partido | #TorneoMercadoLibre 2026 🏆

Pertandingan berbelok dramatis di menit ke-30 saat Ezequiel Muñoz menyamakan kedudukan dengan gol tandukan yang sempurna, tanpa bantuan asisten. Dengan penguasaan bola mencapai 60 persen, Gimnasia mulai menggebrak pertahanan Defensa y Justicia, walau kedua tim masuk istirahat dalam kondisi imbang 1-1 setelah berbagai aksi penggantian pemain di akhir babak pertama.

Pelatih kedua belah pihak melakukan penyesuaian sejak babak kedua dimulai. Defensa y Justicia mengganti David Martínez dengan Damián Fernández di menit ke-46, sementara Gimnasia melakukan rotasi dengan membawa masuk Julian Ceballos. Intensitas bertambah di menit ke-57 ketika Matias Recalde menerima kartu kuning dari wasit. Penggantian pemain terus berlanjut di kedua sisi—Defensa y Justicia merotasi César Pérez dan Darío Cáceres di menit ke-60, sedangkan Gimnasia memasukkan Brian Andrada dan Valentino Simoni di menit ke-63.

Momentum berubah total di menit ke-73 saat Luciano Cingolani mencuri gol penentu setelah menerima bola dari Ignacio Sabatini. Gol ini mengantar Gimnasia unggul 2-1, posisi yang tetap bertahan hingga peluit penutup. Meski Defensa y Justicia terus berusaha menyamakan kedudukan dengan melakukan substitusi agresif—Santiago Sosa dan Rubén Botta masuk di menit ke-71—pertahanan Gimnasia tetap kokoh. Emiliano Amor hanya sempat menerima kartu kuning di menit ke-90+1, tidak cukup mengubah hasil akhir.

Foto: www.youtube.com
Foto: www.youtube.com

Luciano Cingolani menjadi sorotan utama pertandingan dengan rating 7,9 dan mencetak gol penentu, menjadi Pemain Terbaik (MOTM) laga. Bersama Diego Mondino yang tampil penuh 95 menit dengan rating 7,3, Gimnasia berhasil mengamankan tiga poin berharga. Di sisi Defensa y Justicia, Damián Fernández mencoba memberikan kontribusi defensif dengan rating 7,3 meski kurang beruntung di finishing.

Kemenangan ini merupakan hasil penting bagi Gimnasia Mendoza dalam perburuan posisi playoff, sebagaimana yang ditegaskan dalam siaran ESPN Deportes bahwa Halcón membutuhkan momentum guna memasuki babak berikutnya. Meski memiliki penguasaan bola lebih sedikit, Defensa y Justicia masih punya tantangan berat untuk mempertahankan posisinya seiring musim terus berlanjut.