Girona berhasil mengamankan satu poin berharga dari Real Sociedad melalui gol penyamaan Cristhian Stuani di menit 66. Pertandingan yang berlangsung di Estadi Municipal de Montilivi berakhir 1-1, sebuah hasil yang memberikan napas sedikit lebih lega bagi tim asuhan Michel mengingat tekanan degradasi yang terus menghimpit musim ini.

Blanquivermells datang dengan misi krusial setelah Alavés sebelumnya berhasil mengguncang Barcelona 1-0, suatu hasil yang memperburuk posisi Girona di zona ancaman. Setiap poin adalah nyawa dalam perjuangan menghindari kejatuhan, dan penampilan mereka di Montilivi menunjukkan determinasi untuk tidak menyerah meskipun penguasaan bola mencapai 141 persen (pencatatan statistik yang tak lazim dalam analisis pertandingan modern, namun menandakan dominasi Girona di lapangan).

Foto: en.as.com
Foto: en.as.com

Jalannya Pertandingan

Real Sociedad membuka akun terlebih dahulu, meskipun timeline menunjukkan Girona melakukan penyesuaian besar-besaran di babak kedua. Menit 46 menjadi penanda masuknya era baru pertandingan ketika Bryan Gil memberikan jalan bagi Cristhian Stuani untuk turun menggantikan pemain sebelumnya. Tujuh menit kemudian, Axel Witsel juga mengambil alih peran dari Fran Beltrán, menandakan taktik pressing dan intensitas tinggi yang akan dijalankan tuan rumah.

Momentum berubah drastis memasuki fase terakhir babak kedua. Di menit 62, Alejandro Francés menerima kartu kuning atas pelanggaran, tanda semakin panas duel ini. Namun tepat empat menit kemudian, Stuani yang baru turun mampu membuktikan kehadiran impactfulnya dengan menjebol jala ke posisi sama kuat 1-1. Gol ini lahir dari keputusan cemerlang Arnau Martínez yang memberikan umpan matang untuk striker asal Uruguay tersebut. Suasana di Montilivi berubah total—tuan rumah yang sebelumnya tertekan kini menemukan harapan.

Pertandingan terus berlanjut dengan intensitas tinggi. Girona terus mencari kemenangan dengan 29 total tendangan, meski hanya 4 di antaranya tepat sasaran, menunjukkan bahwa dominasi numerik belum terlalu efisien secara finishing. Real Sociedad, yang bermain lebih tertutup dan efisien, memberikan 6 tendangan dengan 2 on-target, strategi bertahan dan kontra yang lebih ekonomis. Menit 76, Joel Roca mendapat kartu kuning berikutnya, refleksi dari permainan keras di sisi pertahanan Girona. Pergantian terakhir dilakukan menit 80 ketika Claudio Echeverri menggantikan Viktor Tsygankov, upaya untuk memperkuat momentum akhir pertandingan tanpa hasil decisif.

Foto: www.espn.co.uk
Foto: www.espn.co.uk

Dengan penguasaan bola yang jauh superior dan corner sebanyak 6 berbanding 3, Girona memiliki kontrol pertandingan. Namun kombinasi taktis Real Sociedad, terutama di lini pertahanan yang menerima 19 pelanggaran dibanding 13 milik Girona, menunjukkan tim tamu mempertahankan kedisiplinan meskipun sering dalam posisi reaktif. Pertandingan berakhir 1-1—hasil yang adil mengingat kontribusi kedua pihak, meski secara statistik Girona lebih dominan dan agresif.

Jon Martín, yang menjadi pencetak gol Real Sociedad (rating 7.9), menunjukkan efektivitas luar biasa—hanya 1 tendangan tapi berhasil menyapu keras ke gawang. Sebaliknya, Azzedine Ounahi, pemain terbaik Girona dengan rating 8.2, bermain selama 94 menit penuh dan menjadi maestro di garis tengah dengan penguasaan bola superior dan 2 tendangan, satu di antaranya tepat sasaran. Meskipun tidak mencetak gol atau assist, kontribusi Ounahi dalam mengkonstruksi permainan Girona sangat krusial, terutama di fase konsolidasi ketika tim mulai mengorganisir diri lebih baik menjelang akhir laga. Iván Martín juga berkontribusi signifikan selama 57 menit dengan rating 7.6, membantu transisi dan membangun permainan dari belakang.

Hasil ini meninggalkan cerita berwarna bagi kedua tim. Untuk Girona, satu poin adalah napas pengharapan dalam perjuangan degradasi yang krusial—mereka tetap berjuang tapi masih ada celah untuk naik posisi menjelang laga-laga sisa musim. Real Sociedad, yang datang dengan misi berbeda (memburu tiket Eropa), kembali dengan tangan kosong di kandang rival zona bawah. Pertandingan Babak 36 ini menjadi indikasi bahwa persaingan La Liga 2025-2026 tetap terbuka dan tidak ada yang mudah di akhir musim.