Inter Milan harus menelan pil pahit saat merayakan kesuksesan meraih double winner musim ini. Bertandang untuk melawan Hellas Verona di kandang sendiri, Stadio Giuseppe Meazza, Nerazzurri gagal memaksimalkan peluang emas mengamankan tiga poin pada laga pekan ke-37 Serie A, Minggu (17/05/2026) malam. Pertandingan berakhir dengan skor 1-1, setelah Kieron Bowie mencetak gol penyama kedudukan di menit 90+1 untuk tamu yang sudah dipastikan degradasi.
Laga berlangsung dengan dominasi ketat dari Nerazzurri, yang menguasai bola 61 persen sepanjang pertandingan. Inter menciptakan sejumlah peluang berbahaya melalui serangan-serangan terukur, meski penyelesaian akhir kurang presisi. Hingga babak kedua berjalan, Inter sudah mencapai 14 tembakan, dengan lima di antaranya mengarah ke gawang Verona, sementara tamu hanya mampu menyentuh bola 17 kali dengan enam tembakan tepat sasaran meski statistik penguasaan mereka mencapai angka aneh 137 persen — kemungkinan data input error dari sistem recording.

Jalannya Pertandingan
Babak pertama menjadi ajang dominasi Inter, meskipun tidak menghasilkan gol. Petar Sučić, yang kemudian dinobatkan sebagai pemain terbaik (MOTM), memainkan peranan penting dalam mengatur irama permainan dari lini tengah Nerazzurri. Henrikh Mkhitaryan turut aktif menciptakan peluang dengan melepaskan empat tembakan, tiga di antaranya on target, namun finishing tetap mengecewakan. Verona, yang sudah praktis turun kelas, beroperasi dengan strategi tertutup, mengandalkan transisi cepat. Andrias Edmundsson tampil solid dalam pertahanan, mencegah Inter lebih dahulu memecah kebuntuan meski dengan modal penguasaan dominan.
Babak kedua dimulai dengan perubahan—Hellas Verona melakukan pergantian pemain di menit 46, memasukkan Abdou Harroui untuk meningkatkan intensitas pertahanan. Namun, keputusan Inter untuk mengatur tempo lambat akhirnya membuahkan hasil. Gol bunuh diri dari pemain Verona membawa Nerazzurri unggul memasuki fase akhir pertandingan. Situasi terlihat terkontrol bagi tuan rumah, dengan Sučić terus mengelola permainan dengan tajam dan collected.
Pada menit 61, pertandingan menjadi lebih tegang setelah Nicolás Valentini menerima kartu kuning karena cekcok, disusul tiga pergantian simultan untuk Verona—Jean-Daniel Akpa Akpro, Amin Sarr, dan lainnya dimasukkan untuk mencari penyeimbang. Suasana mulai menciptakan momentum bagi tamu. Di menit 89, Roberto Gagliardini dari Inter menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran, melemahkan komposisi pertahanan Nerazzurri di detik-detik akhir.

Dramanya tiba saat pertandingan memasuki waktu tambahan. Di menit 90+1, Kieron Bowie—pemain yang begitu lama tergusur—mencetak gol penyama untuk Verona tanpa assist, menjebol gawang Inter dan mencuri satu poin berharga bagi tim yang sudah ditetapkan turun kelas. Gol itu menutup drama penuh laga puncak pekan 37, membuat upaya Nerazzurri untuk momentum positif pupus di menit terakhir.
Petar Sučić menjadi pilar Inter di laga ini dengan rating 8.2, menjalankan 91 menit penuh dan menciptakan stabilitas di midfield meski tak bisa mencetak gol atau assist. Andrias Edmundsson dari Verona meraih rating identik, tampil impresif bertahan penuh pertandingan. Henrikh Mkhitaryan (rating 7.5) turut berkontribusi dengan performa solid, meski tembakan-tembakannya tidak berbuah gol.
Hasil imbang ini tidak mengubah posisi Inter di puncak klasemen Serie A 2025/2026, mengingat Nerazzurri sudah mengamankan gelar Scudetto dan Coppa Italia lebih dulu. Namun, laga ini menjadi momen berkesan lantaran menjadi kesempatan terakhir pelepasan untuk sejumlah pemain veteran, termasuk Yann Sommer dan Matteo Darmian, seperti dilaporkan Bolasport. Verona, meski sudah dikonfirmasi degradasi, masih tersisa dua laga untuk melayari musim dengan penuh integritas.