Manchester City menguasai laga dengan kemenangan telak 3-0 atas Crystal Palace di Etihad Stadium, Rabu malam (13/5/2026). The Citizens memecah kebuntuan sejak menit ke-32 melalui Antoine Semenyo yang menyambut umpan Phil Foden dari sayap. Delapan menit kemudian, Foden kembali berperan sebagai kreator ketika Omar Marmoush menjebol gawang untuk membuat skor 2-0 memasuki istirahat. Gol ketiga baru tercipta di menit ke-84 lewat Savinho, hasil umpan Rayan Cherki yang baru masuk di babak kedua. Kemenangan ini memastikan skuad anak asuh Pep Guardiola terus menggebrak Arsenal yang masih bertahan di puncak klasemen Premier League.

Sejak peluit pertama, The Citizens langsung menunjukkan dominasi dengan menciptakan tekanan berkelanjutan ke pertahanan Palace yang terlihat kurang solid di lini tengah. Guardiola memilih untuk merevolusi susunan pemain dengan enam pemain pengganti, strategi rotasi yang terbukti efektif mengingat The Citizens tetap menghegemoni penguasaan bola hingga 130 persen. Meski Palace sempat mencoba bertahan di awal-awal, Foden menjadi ancaman paling nyata dengan gerakannya yang gesit di sayap kiri. Bola yang disebutkan memiliki kualitas delivery sempurna untuk Semenyo, yang dengan mudah mengakhiri peluang terbuka tersebut menjadi gol pertama.

Premier League: Manchester City vs Crystal Palace
Premier League: Manchester City vs Crystal Palace

Jalannya Pertandingan

Babak pertama menjadi pesta dominasi Manchester City. Setelah gol Semenyo di menit ke-32, The Citizens tidak puas dan terus menekan. Foden kembali menjadi maestro dengan memberikan umpan akurat kepada Marmoush di menit ke-40, meninggalkan tiga pemain Palace dengan mudah untuk menyelesaikan dengan ketenangan. Pada saat itu sudah jelas pertandingan akan berakhir sepihak mengingat pertahanan tamu sangat rentan terhadap serangan sayap, sementara gawang Crystal Palace terus terancam. Palace hanya mampu menembak enam kali sepanjang laga dengan hanya dua dari itu mengarah ke sasaran—angka yang sangat jauh dibanding 15 tembakan Manchester City dengan empat hasil yang memaksa kiper bereaksi serius.

Babak kedua dimulai dengan tempo yang tetap menguntungkan The Citizens meski Guardiola mulai melakukan rotasi pemain di menit ke-58 dengan mengeluarkan Nathan Aké dan Jérémy Doku untuk memberikan istirahat. Palace mencoba mengubah nasib dengan perubahan besar-besaran di menit ke-60, mengeluarkan tiga pemain sekaligus: Jørgen Strand Larsen, Ismaïla Sarr, dan Adam Wharton. Namun perubahan taktis tersebut tidak mampu mengubah alur permainan yang sudah terlanjur didominasi Manchester City. Justru kehadiran Tyrick Mitchell yang menerima kartu kuning di menit ke-52 menunjukkan betapa agresif permainan Palace dan betapa defensifnya postur mereka.

The Citizens terus menciptakan peluang emas di paruh kedua hingga akhirnya Savinho mengakhiri kesakitan Palace dengan gol ketiga di menit ke-84. Pemain Brasil itu memanfaatkan umpan sempurna dari Rayan Cherki, yang masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-79. Momen tersebut seakan menutup buku pertandingan dengan keputusan yang jelas, menyisakan drama minimal di sisa waktu pertandingan. Palace bahkan harus menelan kartu kuning kedua mereka lewat Daichi Kamada di menit ke-81 akibat simulasi, menambah deretan kemurungan tamu di Etihad Stadium.

Foto: www.youtube.com
Foto: www.youtube.com

Sorotan pertandingan jatuh pada Phil Foden dengan rating luar biasa 9.0, penghargaan dua assist untuk dua gol pertama The Citizens. Meski hanya memiliki satu tembakan sebelum dikeluarkan di menit ke-82, kontribusi playmaking Foden menjadi kunci dominasi Manchester City. Rayan Cherki, meski hanya bermain 15 menit, juga tampil impresif dengan rating 7.7 dan satu assist untuk gol Savinho—menunjukkan kualitas pemain muda yang masuk di fase akhir pertandingan. Marc Guéhi juga menonjol di lini pertahanan City dengan rating 7.9, menjaga stabilitas skuad Guardiola sepanjang 94 menit.

Kemenangan 3-0 ini mengukuhkan posisi Manchester City sebagai ancaman serius di ajang Premier League musim ini. The Citizens kini pepet Arsenal di papan klasemen dengan selisih poin yang minimal, memastikan perebutan mahkota akan berlanjut hingga laga-laga tersisa musim ini. Rotasi Guardiola yang masif membuktikan kedalaman skuad mereka mampu bertahan tanpa mengorbankan standar permainan. Palace, di sisi lain, kembali menunjukkan ketidakmampuan untuk bersaing dengan tim-tim top, hasil yang konsisten dengan tren turun mereka belakangan. Fokus The Citizens kini akan beralih ke komitmen di kompetisi lain sementara mereka terus mengejar Arsenal di ajang liga utama Inggris.