Harrison — Julian Hall menjadi bintang terang New York Red Bulls setelah menjebol gawang Columbus Crew sebanyak tiga kali, membawa timnya meraih kemenangan 3-2 di Sports Illustrated Stadium, Rabu (13/5) dini hari WIB. Performa spektakuler pemain muda Red Bulls itu mengakhiri laga yang penuh gejolak dan memastikan tuan rumah mengamankan tiga poin berharga dari duel pertengahan musim reguler MLS ke-14.

Hall membuka keunggulan New York lebih awal dengan menelikung Cade Cowell. Di menit ke-7, ia menerima umpan sempurna dari sayap dan dengan mudah menjebol jala Columbus. Gol perdana itu memberikan kepercayaan diri bagi Red Bulls yang dari awal pertandingan tampak agresif di lini depan. Momentum itu sempat terguncang ketika Maximilian Arfsten menyamakan kedudukan dari umpan Hugo Picard di menit ke-22, namun New York langsung membalas.

Foto: www.newyorkredbulls.com
Foto: www.newyorkredbulls.com

Memasuki menit ke-40, Hall mendapat kesempatan emas ketika Cowell kembali menjadi juru umpan. Striker Red Bulls itu berhasil menggandakan keunggulan timnya hanya dengan tiga menit sebelum akhir babak pertama. Dengan mendominasi pertandingan dan memiliki 69 persen penguasaan bola, Columbus Crew tampak kesulitan menembus pertahanan Red Bulls meski mencatat 12 total tembakan sepanjang pertandingan.

Drama di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Columbus melakukan perubahan taktik dengan memasukkan Dániel Gazdag dan Owen Presthus di menit ke-60 guna mengejar ketertinggalan. Strategi ofensif Crew mulai menunjukkan hasil ketika mereka mendapatkan kesempatan emas dari penalti di menit ke-63. Diego Rossi tidak membuang peluang dan mengubah skor menjadi 3-2, mendekatkan Crew dalam pertandingan. Terdapat kartu kuning yang diberikan kepada Jorge Ruvalcaba di menit ke-68 dan Rudy Camacho di menit ke-71, menunjukkan intensitas yang semakin tinggi dalam laga ini.

Red Bulls melakukan penggantian masif di menit ke-65, memasukkan Dylan Nealis, Rafael Mosquera, dan Emil Forsberg untuk menjaga kestabilan pertahanan sekaligus mempertahankan lead. Keputusan itu terbukti bijak ketika Hall menambah keunggulan di menit ke-78 tanpa assist, menutup peluang Columbus untuk kembali ke pertandingan. Dengan penguasaan bola yang jauh lebih rendah (31 persen), Red Bulls berhasil maksimal dalam eksekusi dan konversi peluang mereka.

Foto: www.youtube.com
Foto: www.youtube.com

Di fase akhir pertandingan, New York lebih fokus mengamankan lead dibanding menambah gol lagi. Columbus terus memburu hasil, tetapi pertahanan Red Bulls yang sudah berkuat dengan penggantian pemain berhasil tahan keras hingga wasit meniup peluit final. Sejumlah kartu kuning diberikan di saat-saat akhir pertandingan, termasuk kepada Omar Valencia di menit ke-83 dan Rafael Mosquera di menit ke-90+7, mencerminkan ketegangan yang berlanjut hingga detik-detik terakhir.

Performa Hall memang menjadi sorotan utama dengan rating tertinggi 9.7 dan tiga gol dalam 85 menit bermain. Cade Cowell juga berkontribusi signifikan dengan dua assist, sementara dari sisi Columbus, meski André Gomes mencatat rating 7.5, Crew gagal mencegah kekalahan. Dengan 13 total tembakan dan 6 di antaranya on target, Red Bulls menunjukkan efisiensi yang jauh lebih baik dibanding Crew yang hanya 4 dari 12 tembakan mencapai gawang.

Kemenangan ini memastikan New York Red Bulls tetap kompetitif di musim reguler MLS 2026 dengan angka poin yang bertambah signifikan. Columbus Crew, kendati telah memperjuangkan pertandingan dengan baik di babak kedua, harus puas dengan kekalahan dan akan fokus pada laga-laga berikutnya untuk bangkit kembali dalam perburuan posisi playoff.