Philadelphia Union datang dengan semangat membara di babak kedua, tapi Orlando City SC menunjukkan mental juara dengan kemenangan 4-3 yang bikin jantung berguncang. Pertandingan Regular Season 14 MLS 2026 ini melahirkan tujuh gol dalam drama yang berubah-ubah, dengan Martín Ojeda menjadi tokoh utama bagi tuan rumah hingga menit terakhir.

Ojeda menjadi poros serangan Orlando sejak menit awal. Pada menit 19, pemain andalannya itu menjebol jala Philadelphia dari titik putih setelah Andrew Rick terkena kartu kuning dan memberi peluang. Tiga menit kemudian, pertahanan Union semakin goyah ketika Griffin Dorsey menambah keunggulan menjadi 2-0 di menit 27. Orlando terlihat menguasai tempo permainan dengan penguasaan bola 55 persen.

Foto: www.orlandosentinel.com
Foto: www.orlandosentinel.com

Jalannya Pertandingan

Union tidak tinggal diam memasuki babak kedua. Pada menit 54, Milan Iloski membobol gawang setelah menerima umpan Nathan Harriel dari pertahanan. Momentum berubah drastis di menit 75 ketika Cavan Sullivan menyamakan kedudukan dengan bantuan Ben Bender, disusul gol Bender sendiri empat menit kemudian. Tiba-tiba saja, Union unggul 3-2 setelah tertinggal jauh di babak pertama—sebuah pembalikan yang menggetarkan.

Namun Orlando tidak menyerah. Duncan McGuire menurunkan deficit dengan gol di menit 72, hasil umpan Tyrese Spicer yang presisi. Lalu di menit terakhir pertandingan, Ojeda kembali menggoyang jala untuk memastikan tiga poin dengan assist A. Gomez. Gol 4-3 di menit 90 itu bukan sekadar torehan statistik—momentum emas yang menyelamatkan mimpi playoff mereka.

Ojeda meraih penghargaan pemain terbaik dengan rating 8.3 dan dua gol dalam 96 menit. Griffin Dorsey (7.9) dan Iván Angulo (7.7) juga memberikan kontribusi solid di barisan depan. Philadelphia melakukan 26 tembakan total dengan 10 corner, namun ketidakpresisian di area final menghabiskan peluang mereka untuk comeback sempurna.

Foto: www.orlandocitysc.com
Foto: www.orlandocitysc.com

Kemenangan 4-3 ini membawa Orlando kembali ke zona aman klasemen MLS. Sementara Union, meski tampil agresif di babak kedua dengan berbagai perubahan substitusi, harus belajar dari kegagalan mengkonversi peluang besar menjadi hasil positif di laga-laga mendatang.