Atletico Madrid meninggalkan Estadio El Sadar dengan kemenangan 2-1 atas Osasuna di putaran reguler ke-36 La Liga, Selasa (12 Mei 2026). Laga di Pamplona ini mencatat sejumlah momen dramatis—mulai dari penalti dini, kartu merah, hingga gol curi-curi poin di masa injury time yang membuat para pemain keduanya terlibat perdebatan sengit.

Desain pertandingan jelas didominasi Los Colchoneros sejak peluit pertama. Pada menit ke-13, after review VAR, wasit menunjukkan bintang lima untuk penalti. Javi Galán ternyata melakukan handball di area penalti, dan Ademola Lookman tidak melewatkan kesempatan emas itu. Striker Nigeria itu melakoni eksekusi penalti dengan percaya diri, mengirim bola ke gawang Juan Musso dengan sempurna di menit ke-15. Osasuna langsung tertinggal satu gol tanpa sempat merespons.

Foto: www.espn.com
Foto: www.espn.com

Napas pertandingan semakin mencekik bagi Osasuna ketika Rubén García menerima kartu kuning kedua pada menit ke-30 setelah melakukan kesalahan taktis yang berlebihan. Los Rojillos bermain dengan kesulitan nyata, baik secara taktis maupun mental. Sementara itu, Atletico terus mengkonsolidasikan keunggulan meskipun tidak mengemas peluang dengan efisien. Pada menit 45+3, VAR kembali turun tangan—kali ini membatalkan penalti yang diklaim Ante Budimir, keputusan yang memicu frustrasi tambahan di kubu rumah.

Babak Kedua: Keunggulan Berbuah Gol, Lalu Serangan Balik

Masuk babak kedua, Atletico langsung menghancurkan ambisi Osasuna. Pada menit ke-71, Marcos Llorente melepaskan umpan terobosan dari sisi kanan yang diterima sempurna oleh Alexander Sørloth. Penyerang asal Norwegia itu tidak perlu waktu lama untuk mengeksekusi, langsung menembak keras menembus pertahanan Osasuna dengan presisi yang sulit ditahan. Skor berubah menjadi 2-0, dan pertandingan seperti sudah berputus asa untuk tuan rumah. Namun perpanjangan pertama insiden terjadi di menit ke-79 ketika Marcos Llorente menerima kartu merah—kartu kuning keduanya setelah terlibat dalam pertengkaran verbal. Atletico terpaksa bermain dengan 10 pemain.

Berada di posisi inferior secara numerik, Atletico malah semakin tertutup pertahanannya. Lalu datang momentum keliru yang hampir merugikan: di injury time menit ke-90+1, Kike Barja menerima umpan dari Raúl García dan langsung menembak keras, memecah pertahanan Juan Musso yang pada saatnya sedang kehilangan konsentrasi. Gol tersebut membuat Osasuna kembali ke permainan dengan skor 1-2, menciptakan tegangan di akhir laga meski harapan juara sudah sangat tipis.

Foto: mansionsportsfc.com
Foto: mansionsportsfc.com

Juan Musso tetap menjadi pemain terbaik di laga ini dengan rating 8.0, menunjukkan performa cemerlang meskipun kebobolan satu gol di saat yang paling tidak menguntungkan. Marcos Llorente, meski akhirnya diusir lapangan, sempat menonjol dengan rating 7.6 dan assist untuk gol kedua Atletico. Lookman, dengan rating 7.5, menyelesaikan tugasnya sebagai pembuka akun dengan eksekusi penalti yang dingin.

Kemenangan ini memantapkan posisi Atletico Madrid di zona empat besar Liga Spanyol dengan kolektor tiga poin berharga. Osasuna harus terus berjuang untuk mendekati ambisi mereka menjelang akhir musim, sementara Los Colchoneros sudah mulai menutup target mereka di kompetisi domestik dengan penuh keyakinan—meski drama laga ini membuktikan bahwa tidak ada pertandingan yang mudah di tingkat tertinggi sepak bola Spanyol.