Derbi Jatim akan memperingati pekan ke-34 BRI Super League 2025/26 saat Persebaya Surabaya menjamu Persik Kediri di Gelora Bung Tomo (GBT) pada Sabtu, 23 Mei 2026, pukul 09.00 WIB. Laga pamungkas musim ini bukan sekadar pertandingan penutup, melainkan momen penting bagi Bajul Ijo untuk mengamankan posisi keempat dan peluang tiket kompetisi ASEAN—sebuah pencapaian yang sangat dinanti-nantikan penggemar setia klub mereka di Kota Pahlawan.

Persebaya hadir dengan catatan performa yang mengesankan dalam lima pertandingan terakhir. Setelah bermain seri 0-0 melawan Persis Solo pada 9 Mei, Macan Putih kembali menggebrak dengan kemenangan 4-0 atas PSBS Biak Numfor di kandang GBT, kemudian melanjutkan momentum dengan giblas 7-0 menghancurkan Semen Padang di laga tandang terakhir pada 15 Mei. Dominasi offensif ini tidak hanya menunjukkan ketajaman penyerangan, tetapi juga konsistensi defensif yang solid dengan catatan selisih gol positif 21. Francisco Rivera telah mencetak 4 gol dalam lima laga terakhir, sementara Milos Raickovic menyumbang 3 gol dan Bruno 2 gol—sebuah tenaga penyerangan yang sulit untuk dibendung pada fase penutupan musim.

Foto: bola.net
Foto: bola.net

Di sisi lain, Persik Kediri mengalami pencerahan yang singkat namun hilang momentum krusial. Tim tamu baru saja menelan kekalahan pahit 1-3 melawan Persija Jakarta di kandang mereka sendiri pada 16 Mei, sebuah hasil yang merefleksikan kondisi away form mereka yang memprihatinkan. Dalam lima pertandingan terakhir, Laskar Taji mencatat satu kemenangan, dua kekalahan beruntun, dan penghidupan singkat kemenangan di tengah periode krisis. José Enrique, penyerang Persik, telah mencatatkan 3 gol dan diandalkan sebagai penahan utama di lini depan, bersama Ernesto Gómez yang juga menyumbang 3 gol dalam rentang waktu sama. Laporan terbaru dari JawaPos.com menunjukkan bahwa José Enrique telah mencetak 13 gol untuk Persik Kediri sepanjang musim ini, sebuah pencapaian personal yang mengesankan namun belum mampu menyelamatkan klub dari krisis performa kolektif.

Perbedaan klasemen menunjukkan jurang yang sangat lebar antara kedua tim. Persebaya berada di posisi keempat dengan 55 poin, sementara Persik Kediri menghuni peringkat 12 dengan hanya 39 poin—selisih 16 poin yang sangat signifikan dan mencerminkan pola permainan kedua belah pihak sepanjang musim. Diferensial gol Persebaya yang positif 21 berbanding jauh dengan Persik yang berselisih gol negatif 14, sebuah statistik yang menunjukkan bagaimana Bajul Ijo telah bermain dengan lebih kontrol dan efisien dibandingkan lawan mereka. Model analitik memberikan Persebaya peluang 68 persen untuk meraih kemenangan, sementara hasil imbang diprediksi sebesar 20 persen, dan hanya 12 persen kemungkinan Persik Kediri bisa mengejutkan.

Panpel Persebaya telah mempersiapkan Stadion Gelora Bung Tomo untuk menyambut pertandingan ini dengan penuh antusiasme. Seperti dilaporkan Tribun Medan pada 20 Mei, panitia penyelenggara mengajak Bonek—suporter setia Persebaya—untuk memeriahkan pertandingan sambil tetap mematuhi peraturan ketat untuk mencegah penggunaan flare dan perilaku tidak sportif. Catatan dari Detik Sport menunjukkan bahwa Persib, Persebaya, dan Persija telah bersepakat untuk kampanye larangan flare di laga-laga terakhir musim ini, sebuah komitmen untuk menjaga citra sepak bola Indonesia. Meski tidak disiarkan di televisi nasional menurut keterangan resmi Persebaya.id pada 18 Mei, pertandingan tetap dapat diakses melalui platform streaming digital, memastikan penggemar dari seluruh nusantara bisa menyaksikan laga pamungkas yang penting ini.

Foto: metrotvnews.com
Foto: metrotvnews.com

Pertemuan langsung antara kedua klub dalam catatan musim ini tidak tersedia, namun rivalitas Jatim selalu memberikan bumbu tersendiri meskipun disproporsionalitas kualitas bermain begitu nyata. Persebaya, dengan fokus pada penyelamatan kondisi fisik pemain jelang laga terakhir—seperti diungkapkan Memorandum Disway pada 20 Mei—memiliki keuntungan psikologis berkat catatan kandang mereka yang impresif. Pertanyaan bagi taktisi Persebaya adalah bagaimana menjaga intensitas tanpa mengambil risiko cedera pemain kunci, terutama mengingat perjalanan panjang Persik dari Kediri yang bisa menjadi faktor kelelahan tambahan.

Dengan segala pertimbangan statistik, performa terkini, dan konteks kompetisi, Persebaya Surabaya diprediksi akan keluar sebagai pemenang dalam laga ini dengan skor 2-0. Kontrol permainan yang sudah terbukti, ketajaman penyerangan yang konsisten, serta keuntungan bermain di kandang membuat Bajul Ijo layak menjadi favorit besar untuk mengamankan tiga poin sekaligus menutup musim dengan prestasi yang memuaskan.