Jakarta — PSM Makassar mengakhiri laga melawan Bhayangkara FC dengan skor 2-1 di Stadion Batakan, Balikpapan, Senin (4/5/2026). Kemenangan ini memastikan tuan rumah semakin erat genggaman pada tiket pertahanan mereka di Super League 2025-2026, pekan ke-31 musim ini. Juku Eja, panggilan akrab PSM, terus mengamankan posisi dengan pertandingan yang serba cemas di babak kedua setelah Bhayangkara berhasil menyamakan kedudukan jelang istirahat.
Pertandingan berlangsung penuh intensitas sejak menit awal. Bhayangkara FC, yang dikenal dengan julukan The Guardian, tampil agresif meskipun PSM mendominasi penguasaan bola mencapai 82 persen. Dua kali kartu kuning menerpanya di babak pertama—Ginanjar Wahyu di menit 12 dan Teuku Ichsan di menit 39—mengindikasikan permainan The Guardian yang kasar dan penuh foul. Dengan 13 pelanggaran tercatat, Bhayangkara membayar harga tinggi untuk disiplin yang buruk.

Laga mencapai poin balik saat PSM tampak menutup pertandingan dengan dominasi bola dan aksi menyerang berulang. Namun, di menit 45+4, Bernard Doumbia berhasil membobol gawang untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1 sebelum istirahat. Assist dari Firza Andika membuat The Guardian kembali hidup dan masuk ke babak kedua dengan euforia.
Masuk ke babak kedua, Bhayangkara langsung melakukan tiga perubahan pemain di menit 46-57 dalam upaya memperkuat lini pertahanan dan penyerangan mereka. Dendi Sulistyawan, Wahyu Subo Seto, dan Putu Gede Juni Antara masuk menggantikan posisi-posisi kunci. Strategi perubahan tersebut rupanya tidak cukup menahan arus PSM yang kemudian berhasil menembus pertahanan The Guardian dan menjebol gawang untuk memperkuat keunggulan mereka di sisa pertandingan.
Statistik pertandingan menunjukkan PSM Makassar lebih dominan dengan 10 shot total dan 4 shots on goal. Bhayangkara, meskipun lebih aktif di set piece dengan 6 corner, hanya mampu menghasilkan 5 tembakan dengan 2 di antaranya tepat sasaran. Penguasaan bola PSM 92 persen membuktikan mereka membuat tempo laga sesuai keinginan, meski beberapa peluang emas gagal dikonversi di babak pertama.

Pelatih PSM Makassar berhasil mengarahkan timnya untuk menutup ketat pertahanan Bhayangkara setelah gol penyamaan di menit terakhir babak pertama. Kombinasi fast break dan pressing bertingkat membuat The Guardian kesulitan membangun serangan terorganisir di babak kedua, meski pergantian pemain mencoba mengganti energi. Kemenangan ini sangat penting bagi PSM yang terus mengejar kepastian bertahan, mengingat zona degradasi masih berdekatan dengan posisi mereka saat ini.
Menurut laporan Bolasport dan Detik Sport, kemenangan ini membawa PSM Makassar semakin dekat pada skenario matematis keselamatan mereka. Juku Eja kini tinggal menghitung sisa pertandingan untuk memastikan diri tidak terjebak di zona bahaya. Sebaliknya, Bhayangkara FC harus segera kembali ke jalur kemenangan setelah tren negatif yang menimpa skuad asuhan mereka. Laga berikutnya menjadi momen krusial bagi kedua tim untuk memperbaiki posisi klasemen mereka di Super League musim ini.