Rayo Vallecano berhasil menutup pertandingan kandang terakhir musim 2025-26 dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Villarreal di Estadio de Vallecas, Minggu (17/5). Dua gol yang dicetak Tim Putih-Merah—melalui Sergio Camello di menit 28 dan Alemão di menit 47—memastikan Los Vallecanos mengamankan tiga poin penting di saat fokus mereka terbagi jelang final Liga Konferensi Europa.
Pertandingan ini menjadi momentum emosional bagi skuad asuhan Iñigo Pérez. Dengan percaya diri tinggi, Rayo langsung menggebrak sejak menit-menit awal, menciptakan tekanan berkelanjutan terhadap pertahanan Villarreal yang terlihat absen. Dominasi tuan rumah terbukti nyata ketika Camello membuka keunggulan di menit 28 setelah menerima umpan tajam dari Andrei Rațiu di sisi pertahanan kanan. Striker muda itu tidak melewatkan peluang untuk menjebol gawang Villarreal, merayakan dengan penuh pelepasan emosi bersama rekan setimnya.

Villarreal, meski memiliki penguasaan bola sedikit lebih tinggi (53 persen berbanding 47 persen milik Rayo), gagal mengkonversi dominasi tersebut menjadi peluang nyata. Submarino Amarillo justru terus kebobolan peluang di depan gawang. Memasuki babak kedua, Pérez melakukan rotasi—mengirim Tajon Buchanan sebagai pengganti pemain bertahan—namun strategi defensif Villarreal masih saja rapuh. Hanya dua menit setelah perpindahan waktu, tepatnya di menit 47, Alemão memperlebar keunggulan Rayo. Pemain Brasil itu dengan gesit memanfaatkan umpan matang dari Óscar Trejo untuk menyamakan kedudukan 2-0.
Momentum terus berpihak pada tuan rumah. Dengan 14 total tembakan berbanding 11 milik tamu, serta tujuh tembakan ke sasaran, Rayo menunjukkan efisiensi yang mengesankan. Sebaliknya, Villarreal hanya mampu mencatat dua tembakan tepat sasaran—statistik yang mencerminkan ketidakjelasan strategi penyerangan sepanjang 90 menit. Andrei Rațiu, dengan rating tertinggi 8.0, menjadi pemain terbaik pertandingan berkat kesiapan defensif dan kontribusi assist yang presisi. Óscar Trejo (7.9) juga turut memori dengan kreativitas di tengah lapangan sebelum digantikan pada menit ke-66.
Pertandingan mulai kasar menjelang penutupan. Kartu kuning diterima Florian Lejeune (menit 61) akibat pelanggaran tripping, disusul Unai López (menit 82) yang juga menerima peringatan serupa. Villarreal, yang melakukan lima pergantian pemain mulai dari menit 46 hingga 77, justru menunjukkan tanda-tanda kepanikan dengan memasukkan pemain-pemain segar seperti T. Oluwaseyi, Santi Comesaña, dan Pape Gueye, tapi perubahan itu tak mampu mengubah nasib mereka.

Kemenangan ini memiliki makna besar bagi Rayo Vallecano, klub yang hanya dua pekan lalu menciptakan kejutan dengan lolos ke final Liga Konferensi Europa. Dengan performa solid di Vallecas, tim Pérez membuktikan bahwa fokus mereka masih terjaga meski agenda Eropa menanti. Sementara Villarreal pulang dengan tangan kosong, meninggalkan peluang emas untuk memperkuat posisi mereka di top tiga La Liga. Menurut laporan Detik Sport, hasil ini menjadi pukulan bagi ambisi Marcelino Toral meraih zona Champions pada pekan penghujung musim ini.
Sergio Camello, dengan dua tembakan mencapai sasaran dari empat percobaan, menjadi tokoh kunci serangan Rayo sebelum digantikan di menit 73. Rating pemain 7.9 tersebut cukup untuk membuktikan bahwa striker muda Los Vallecanos masih mampu memberikan kontribusi signifikan di pertandingan besar. Statistik kepemilikan bola dan jumlah tendangan menunjukkan jelas: Rayo bermain lebih cerdas, meskipun dengan penguasaan yang lebih rendah.
Laga ini menutup babak kandang Rayo dengan gemilang sebelum perjalanan Eropa dimulai. Villarreal, sebaliknya, harus segera bangkit untuk sisa pertandingan tandang mereka dan terus mengejar target top tiga. Pertandingan berikutnya akan menentukan nasib kedua tim di klasemen akhir musim ini.