Real Betis akan menghadapi Levante di Estadio de La Cartuja, Sevilla, pada 23 Mei 2026 pukul 19.00 waktu setempat dalam laga penutup musim Liga Spanyol. Pertandingan ini bukan sekadar laga biasa — bagi Los Verdiblancos, kemenangan akan mengkonfirmasi posisi mereka di tingkat Eropa, sementara tamu akan berjuang keras memastikan keselamatan dari zona degradasi. Betis duduk kokoh di peringkat lima dengan 57 poin dan selisih gol positif 10, sementara Levante tertahan di urutan 15 dengan 42 poin dan gawang yang renggang (selisih gol minus 13). Jurang kualitas itu signifikan, namun momentum Levante belakangan membuat pertandingan ini tidak boleh diabaikan.

Sebelum laga ini, Betis datang dari kekalahan pahit melawan Barcelona dengan skor 1-3 di Camp Nou lima hari lalu. Meski kalah, media lokal menonjolkan bagaimana Real Betis telah menjadi tempat bintang-bintang redup kembali bersinar, termasuk Antony yang sedang membuktikan kembali kualitasnya setelah lama di Manchester United. Laga kandang sebelumnya justru menunjukkan potensi Betis — mereka menundukkan Elche 2-1 dengan gol Cucho Hernández di menit 9 dan Pablo Fornals di 68. Cucho memang menjadi spearhead tajam dengan tiga gol dalam lima pertandingan terakhir. Sementara itu, Abde Ezzalzouli dan Antony turut berkontribusi dengan dua dan satu gol, menunjukkan distribusi ancaman yang sehat di lini menyerang. Catatan kandang Betis bulan ini: menang lawan Elche, imbang tandang ke Real Sociedad (2-2), dan kalah tandang di Barcelona.

Foto: sports.yahoo.com
Foto: sports.yahoo.com

Levante, sebaliknya, tiba dengan momentum yang mengagumkan meski berhadapan dengan krisis pemain. Tim Valencia itu menang tiga dari lima pertandingan terakhir — mereka baru saja menggebrak Mallorca 2-0 di rumah berkat gol Carlos Espí (menit 32) dan Kervin Arriaga (menit 87). Lebih sebelumnya, mereka juga menang 3-2 tandang ke Celta Vigo dan menaklukkan Osasuna 3-2 di kandang. Kervin Arriaga, Víctor García, dan Carlos Espí masing-masing telah mencetak dua gol dalam periode ini, membuktikan Levante bukan tim asal-asalan meski kualitas keseluruhan lebih rendah. Namun, ketangguhan itu akan teruji saat ini — Roger Brugué, pemain yang mencetak gol penentu melawan Mallorca, absen karena kartu merah menit 86 laga sebelumnya. Deprivasi pemain kunci itu akan memperlemah kemampuan bertahan dan transisi Levante.

Dari segi performa jarak panjang, Betis menunjukkan pola yang lebih konsisten walau dengan beberapa hambatan. Dalam lima laga terakhir mereka menampilkan rekor menang-kalah-imbang-menang-imbang — formasi yang solid tetapi dengan sedikit kedalaman di pertandingan-pertandingan kunci. Sebaliknya, Levante mencatat menang-menang-menang-kalah-imbang, menampilkan lonjakan performa belakangan namun belum stabil penuh. Statistik klasemen menceritakan narasi berbeda: Betis dengan poin 57 mengamankan tempa Eropa, sementara Levante dengan 42 poin masih harus berjuang keras karena zona degradasi hanya berjarak beberapa poin (biasanya zona merah dimulai dari 40-45 poin tergantung kompetisi). Oleh sebab itu, Levante tidak bisa bernegoisasi dengan hasil imbang—mereka butuh poin penuh untuk aman.

Model analisis memberikan Real Betis peluang 58 persen untuk meraih kemenangan di kandang, dengan probabilitas imbang sebesar 26 persen dan peluang Levante menang hanya 16 persen. Prediksi skor modelnya adalah Betis 2-1 Levante, dengan confidence score 62 persen. Faktor-faktor yang mendukung Betis meliputi keunggulan rumah (Betis dikenal solid di Cartuja), kualitas pemain yang lebih baik, dan track record performa kandang yang solid. Levante memang datang panas, tetapi rekam jejak tandang mereka—dengan pola kalah-imbang-kalah-imbang— menunjukkan inkonsistensi di lapangan lawan. Probabilitas kedua tim mencetak gol berdiri di 58 persen, sementara peluang over 2.5 gol tercatat 54 persen, mengindikasikan pertandingan yang terbuka namun cenderung milik tuan rumah.

Foto: www.statsinsider.com.au
Foto: www.statsinsider.com.au

Secara taktikal, Betis akan memanfaatkan kontrol lapangan dan kecepatan sayap Antony serta Abde untuk membuka pertahanan Levante. Dengan Cucho sebagai penyerang utama yang tajam di depan gawang, Betis punya potensi menjebol pertahanan tamu yang sudah kehilangan elemen defensif karena absennya Brugué. Levante, di sisi lain, akan mengandalkan counter-attack cepat dan ketegaran mental mereka untuk mencuri poin. Kervin Arriaga dan Víctor García akan menjadi ujung tombak dalam menciptakan momen set-piece atau aksi mendadak di fase transisi. Namun, tanpa Brugué, mereka akan kesulitan menutup ruang di tengah lapangan melawan dominasi Betis.

Real Betis masuk sebagai favorit nyata dalam pertandingan ini dan peluang mereka untuk mengamankan tiga poin sangat tinggi. Momentum positif Levante patut diapresiasi namun belum cukup untuk mengatasi jurang kualitas yang dalam. Bertandingan di Cartuja juga menguntungkan Betis secara psikologis—mereka mainkan pertandingan terakhir dengan standar Eropa menanti, sementara Levante bermain dengan tekanan degradasi yang membuat mereka cenderung defensif. Skor 2-1 untuk Betis adalah hasil paling masuk akal mengingat kemampuan gol Levante yang tetap ada namun terbatas dalam konteks lawan yang superior. Pantau performa Cucho Hernández dan Kervin Arriaga sebagai pembuat perbedaan di pertandingan ini.