Buenos Aires — River Plate menelan kekalahan yang sangat menyakitkan di depan pendukungnya sendiri. Atletico Tucuman berhasil memenangkan duel sengit melawan tuan rumah dengan skor 1-0 di Estadio Más Monumental dalam pertandingan pekan kesembilan Torneo Apertura 2026. Gol tunggal Renzo Tesuri pada menit 19 cukup untuk membawa tamu meraih tiga poin berharga dari markas lawan yang sangat sulit ditaklukkan.
Laga berlangsungTimeraat dari babak pertama, Atletico Tucuman langsung menunjukkan intensitas tinggi. Di menit 19, Maximiliano Villa melepaskan umpan matang ke kotak penalti River Plate, dan Renzo Tesuri dengan sigap menyambut bola tersebut untuk menjebol gawang Millonarios. Gol cepat itu membuat tamu langsung unggul dan memaksa River Plate untuk bermain agresif sejak dini. Namun, tim anak asuh Eduardo Coudet kesulitan membangun serangan terkoordinasi, meski penguasaan bola mencapai 134 persen dengan 19 total tembakan.

River terus menggebrak pertahanan Atletico Tucuman di babak pertama, namun sempat terkendala oleh pertahanan tamu yang solid. Clever Ferreira dan lini belakang Atletico Tucuman berhasil menghalau semua upaya penyerangan River, membuat babak pertama berakhir dengan River tertinggal 0-1. Situasi semakin tegang ketika pada menit 42, Leonel Vega dari Atletico Tucuman menerima kartu kuning, pertanda bahwa pertandingan semakin panas.
Babak Kedua: River Mencari Equalizer Namun Tetap Tertahan
Memasuki babak kedua, Coudet melakukan perubahan besar-besaran dengan menurunkan Kendry Páez, Maximiliano Salas, dan Lautaro Pereyra sebagai pengganti. Strategi rotasi ini dilakukan untuk memberikan energi baru dan mencari balasan. Pada menit 53, Lautaro Agustin Godoy dari Atletico Tucuman juga mendapat kartu kuning. Meski River lebih agresif, Atletico Tucuman tetap kompak dan tidak memberikan ruang besar untuk serangan lawan.
Di menit 65, Coudet mengganti Juan Fernando Quintero dengan Tomás Galván, sosok yang kemudian menjadi pemain dengan rating tertinggi di sisi River (7.5). Namun upaya substitusi ternyata belum cukup mengubah permainan. Atletico Tucuman bahkan melakukan rotasi sendiri pada menit 68 dengan memasukkan Gastón Suso. Pertandingan terus berlanjut dengan River mengejar-ngejar tetapi Atletico berhasil mempertahankan keunggulan mereka dengan sangat solid.

Intensity terus meningkat menjelang akhir pertandingan. Menit 80, Renzo Tesuri—pencetak gol tunggal dengan rating 7.9—diganti oleh Gabriel Compagnucci untuk memastikan hasil. River makin gencar, namun babak belakang mereka terus kesulitan, dan di menit 88 Kendry Páez mendapat kartu kuning karena usaha mencuri bola yang agresif. Waktu terus berjalan menjelang ujung pertandingan, Atletico Tucuman terus melakukan substitusi defensif untuk mengamankan kemenangan mereka. Di menit 90+7, Marcos Acuña dari River juga mendapat kartu kuning—tanda frustrasi pemain Millonarios yang tidak bisa menembus pertahanan tamu.
Renzo Tesuri menjadi bintang utama Atletico Tucuman dengan rating 7.9 dan dua tembakan yang cukup berbahaya meski hanya bermain 80 menit. Sementara Clever Ferreira (7.7) membuktikan kualitasnya dengan pertahanan yang solid sepanjang pertandingan 90 menit penuh. Dari sisi River, Tomás Galván (7.5) menunjukkan energi positif meski datang sebagai pemain pengganti, tetapi tidak cukup untuk mengubah hasil akhir.
Kekalahan ini menjadi pukulan keras bagi River Plate. Menurut Bola.net, performa lini belakang tuan rumah menjadi sorotan tajam usai laga ini, sementara seperti dilaporkan OneFootball, Eduardo Coudet kemudian meminta dukungan dari para pendukung untuk bangkit di laga-laga berikutnya. Atletico Tucuman sebaliknya merayakan kemenangan bersejarah—ini adalah kali pertama mereka menang di Monumental setelah 15 tahun mencoba. Hasil imbang dalam penguasaan kartu kuning (masing-masing 2) menunjukkan pertandingan yang sangat ketat dan bersaing.
River Plate harus segera bangkit dari kekalahan ini dan fokus pada pertandingan selanjutnya di Apertura. Kemenangan Atletico Tucuman akan memberikan moral tinggi kepada rombongan tamu untuk laga-laga mendatang, sementara Coudet dan anak asuhnya perlu evaluasi mendalam, terutama terkait efisiensi finishing dan kestabilan lini pertahanan.