Real Madrid berhasil mengamankan tiga poin berharga di markas Sevilla dengan kemenangan tipis 1-0 di Estadio Ramón Sánchez Pizjuán pada pekan ke-37 LaLiga 2025-26. Los Blancos, yang bertandang ke Andalusia, hanya membutuhkan satu gol untuk menutup pertandingan, yang dicetak oleh Vinicius Júnior di menit ke-15. Meski sempat mendapat tekanan dari tuan rumah, terutama di babak kedua, pertahanan Real Madrid berhasil bertahan kokoh hingga akhir.

Gol pembuka datang dari aksi cepat Real Madrid di menit 15. Vinicius Júnior menunjukkan kelincahannya dengan menembus pertahanan Sevilla dan tanpa kesulitan menjebol jala. Sejak saat itu, Los Blancos bermain dengan lebih santai, mengandalkan penguasaan bola yang dominan. Dengan 59 persen kepemilikan bola, Madrid mampu mengontrol jalannya permainan, meski Sevilla terus mencari celah untuk menyamai kedudukan. Rumah tangga Sevilla mulai bergejolak ketika Nemanja Gudelj menerima kartu kuning di menit 48 karena pelanggaran kasar terhadap pemain Real Madrid.

La Liga: Sevilla FC vs Real Madrid
La Liga: Sevilla FC vs Real Madrid

Substitusi Masif di Babak Kedua

Carlo Ancelotti merancang strategi pergantian agresif di babak kedua untuk menjaga ritme dan energi timnya. Mulai dari menit 53, Real Madrid melakukan serangkaian perubahan pemain: Franco Mastantuono masuk menggantikan Thiago Pitarch, diikuti dengan penggantian Eduardo Camavinga untuk Aurélien Tchouaméni di menit 70. Sementara itu, Sevilla juga gencar melakukan penyesuaian taktis dengan membawa masuk Neal Maupay, Lucien Agoumé, dan Chidera Ejuke untuk memperkuat serangan. Strategi ini menciptakan laga yang semakin terbuka dan penuh dengan intensitas tinggi, meski Real Madrid terus menjaga keseimbangan defensif yang baik.

Ketegangan semakin meningkat menjelang akhir pertandingan. Sevilla, yang merasa tertinggal, semakin agresif dalam menggebrak pertahanan Los Blancos. Andres Castrin muncul sebagai pemain paling berpengaruh untuk Sevilla dengan rating 7.9, menampilkan performa solid di tengah lapangan. Namun, Real Madrid juga tetap mengancam, dan Vinicius Júnior, meskipun akhirnya dilepas di menit 77, berhasil mencetak gol yang menentukan dengan rating 7.3. Kartu kuning terus berjatuhan untuk Sevilla: Alexis Sánchez di menit 80 untuk pelanggaran unsportsmanlike conduct, Juanlu Sánchez di menit 84, dan Lucien Agoumé di menit 90+4, menunjukkan frustrasi pihak tuan rumah.

Statistik pertandingan menunjukkan laga yang cukup seimbang dari segi kesempatan, meskipun hasilnya mengungguli Los Blancos. Sevilla mencatat 12 tembakan dengan 5 tepat sasaran, sementara Real Madrid hanya 12 tembakan dengan 1 tepat sasaran. Ini menggambarkan bagaimana Real Madrid, dengan efisiensi maksimal, berhasil mencetak gol dari peluang terbatas mereka. Pertahanan yang solid, ditopang oleh Kike Salas yang meraih rating 7.5 untuk Sevilla, tetap tidak cukup untuk menghalangi keunggulan tamu.

Foto: goal.com
Foto: goal.com

Kemenangan ini memastikan Real Madrid menutup kampanye LaLiga dengan gemilang di pekan penghujung musim. Los Blancos menunjukkan karakter juara dengan tidak membuang poin, meski bermain di kandang lawan yang selalu menantang. Sevilla, meski bermain baik dengan kepemilikan bola 41 persen dan serangkaian kesempatan emas, harus kembali pulang tanpa poin dari Pizjuán. Laga ini sekaligus merangkum filosofi Real Madrid di musim ini: efisiensi, disiplin, dan konsistensi dalam mengamankan hasil di situasi apapun.