Udine — Cremonese berhasil meraih kemenangan berharga 1-0 atas Udinese pada lanjutan Serie A 2025-2026 Pekan 37, Minggu (18/5/2026) di Stadion Bluenergy. Meski meraih tiga poin, I Grigiorossi yang diperkuat Emil Audero tetap berada di zona merah klasemen dan belum pasti selamat dari ancaman degradasi.
Cremonese mencetak gol kemenangan mereka lebih awal. Di menit ke-9, Jamie Vardy berhasil menembus pertahanan Udinese dan menjebol gawang tuan rumah tanpa diserang pemain manapun, memberi tamunya keunggulan 1-0. Gol tersebut ternyata menjadi satu-satunya yang masuk sepanjang 94 menit pertandingan di tengah dominasi Udinese yang mencengangkan.

Sebagian besar permainan berlangsung di kubu Cremonese. Udinese menguasai bola 63 persen dan menciptakan peluang demi peluang, namun hanya mampu menghasilkan 2 tembakan tepat sasaran dari total 9 percobaan. Seperti dilaporkan Bola.com, performa Emil Audero dan pertahanan Cremonese yang solid menjadi kunci Udinese tidak bisa membalikkan keadaan meskipun punya dominasi yang jauh lebih besar.
Jalannya Pertandingan
Cremonese langsung menggebrak sejak menit awal. Sebelum menit 10 terlampaui, Jamie Vardy sudah membuka rekening gol dan memberikan kepercayaan diri luar biasa bagi tamu. Saat itu Udinese masih dalam fase adaptasi dan belum mampu mengorganisir serangan yang terstruktur dengan baik.
Memasuki babak pertama, Udinese mulai menunjukkan kualitas mereka dan mulai mendominasi permainan dengan penguasaan bola tinggi. Akan tetapi, akurasi passing dan finishing mereka jauh dari memuaskan. Pertahanan Cremonese dengan kematangan taktis yang bagus berhasil menekan setiap usaha menyerang lawan, meski beberapa kali nyaris terguncang. Di pertahanan Udinese, Oumar Solet tampil bersinar dengan rating 7.5 dan mencuri bola berkali-kali untuk mencegah serangan balik Cremonese.

Babak kedua dimulai dengan Udinese tetap mempertahankan dominasi dan mencoba keras mencari gol penyama kedudukan. Christian Kabasele turun dari bangku cadangan di menit 46 untuk memperkuat lini pertahanan. Namun pada menit 51, Federico Bonazzoli menerima kartu kuning karena melakukan tripping, diikuti Tommaso Barbieri yang juga diberi kartu kuning di menit 55 atas pelanggaran holding. Tekanan Udinese terus berlanjut dengan beberapa peluang emas tercipta, tetapi selalu berakhir dengan pukulan melebar atau penyelamatan Emil Audero.
Menit 60 menandai pergantian besar-besaran di skuad Cremonese. Dua substitusi dilakukan sekaligus—Bonazzoli diganti David Okereke dan Barbieri diganti Romano Floriani Mussolini—untuk merapatkan pertahanan dan mengurangi tekanan. Udinese meresponnya dengan memasukkan Lennon Miller dan Keinan Davis di menit 71 untuk mencari celah baru. Hassane Kamara menerima kartu kuning di menit 66 karena sebuah pelanggaran, sementara di menit 79 ia diganti Abdoulaye Camara untuk fresh legs. Cremonese menutup laga dengan triple substitution anak asuh mereka pada fase akhir, mengikuti 15 kuning yang diterima sepanjang pertandingan—tiga di sisi tamu dan satu di sisi Udinese.
Hingga peluit akhir, Udinese tidak mampu mengkonversi dominasi mereka menjadi gol. Dengan 4 tembakan tepat sasaran dari 7 percobaan, Cremonese justru lebih efisien dalam memanfaatkan peluang mereka. Pertahanan rapat I Grigiorossi, dipimpin Emil Audero yang tetap waspada, berhasil mencegah bola masuk ke gawang hingga akhir laga.
Menurut Detik Sport, kemenangan tipis ini membawa Cremonese keluar sementara dari zona relegasi dengan penambahan tiga poin penting. Akan tetapi, posisi mereka masih sangat terancam karena selisih gol dan keterlibatan dalam bayang-bayang play-out degradasi. Emil Audero dan rekan-rekannya tetap dalam situasi kritis dan harus fokus pada laga pamungkas Serie A melawan Como untuk memastikan keselamatan diri.
Bagi Udinese, kekalahan ini adalah pukulan telak meski mereka tampil dominan. Menurut Jawapos, skuad tuan rumah tetap terjepit di krisis kepercayaan diri soal penyelesaian, padahal secara permainan jauh lebih solid dibanding lawan. Performa Oumar Solet (rating 7.5) dan Thomas Kristensen (rating 7.2) di lini pertahanan tidak cukup untuk mengimbangi ketidakmampuan depan menembak bola ke gawang dengan presisi. Tantangan besar menanti mereka di laga sisa musim untuk menyelamatkan posisi kompetitif di Liga Italia.